Kantar Worldpanel - www.kantarworldpanel.com

Makanan Siap Saji sudah Menjadi Gaya Hidup Masa Kini?

30/09/2013

Kesibukan bekerja dan tuntutan hidup lainnya membuat berkurangnya waktu untuk memasak lauk dan sayur untuk makanan sehari- hari. Pada akhirnya, banyak orang yang beralih ke makanan instan dan cepat saji, seperti makanan beku, makanan kalengan, dan makanan awetan. Makanan siap saji sekarang ini sudah menjadi gaya hidup, karena selain harganya terjangkau, makanan siap saji mudah diolah, cepat dan praktis, tahan lama, serta rasanya pun enak.

Berdasarkan hasil studi Kantar Worldpanel Indonesia, penggemar makanan beku seperti nugget, sosis, kentang siap goreng, bakso, dan lain- lain terus meningkat. Data ini didukung oleh naiknya jumlah pembeli yang mencapai 63 persen dari total rumah tangga urban di Indonesia, angka ini naik 8 poin dibandingkan dengan tahun lalu. Naiknya jumlah pembeli juga didukung oleh meningkatnya pengeluaran per rumah tangga sebesar 28 persen untuk kategori produk makanan beku, dari Rp. 100,000 setahun menjadi Rp. 128,000.

Dalam setahun, makanan beku dibeli rata- rata 11 kali, yang berarti hampir setiap bulan, setiap rumah tangga membeli makanan beku instan. Frekuensi pembelian ini meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu terutama untuk konsumen menengah ke bawah, sedangkan untuk masyarakat menengah ke atas frekuensi pembelian makanan beku tercatat lebih tinggi dari rata- rata yaitu 13 kali dalam setahun.

Dibandingkan dengan makanan beku, makanan kaleng dan awetan memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi dari sisi jumlah pembeli. Walaupun tahun lalu jumlah pembeli makanan kaleng dan awetan masih dibawah makanan beku, tahun ini jumlah pembeli makanan kaleng dan awetan sudah mencapai 68 persen dari total rumah tangga urban di Indonesia. Hal ini berarti pada tahun ini jumlah pembeli makanan kaleng dan awetan lebih tinggi daripada makanan beku. Pertumbuhan ini didorong oleh munculnya produk baru yaitu sosis siap makan yang sering dikonsumsi sebagai cemilan, namun tetap, ikan kalengan dan daging kornet mendominasi produk ini.

Dari kalangan rumah tangga muda tanpa anak, makanan kaleng dan awetan sangat digemari. Tahun ini saja 80 persen dari segmen tersebut merupakan pembeli dari makanan instan ini. Pada rumah tangga yang lebih dewasa, kecenderungan untuk membeli makanan kaleng dan awetan semakin berkurang. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kecenderungan rumah tangga pasangan muda lebih menyukai sesuatu yang instan dan cepat, sedangkan perhatian rumah tangga yang lebih dewasa terhadap kesehatan lebih tinggi.

Jadi bagaimana dengan Anda? Apakah Anda adalah salah satu dari penggemar makanan siap saji?

Pengeluaran Per Tahun untuk Makanan Kaleng, Awetan dan Beku per Rumah Tangga (000 Rupiah)

Pengeluaran Per Tahun untuk Makanan Kaleng, Awetan dan Beku per Rumah Tangga (000 Rupiah)

Get in touch

Soon Lee, Lim
General Manager - Kantar Worldpanel Indonesia

Follow us
Newsletter
Twitter
LinkedIn

Our website uses cookies to improve the user experience.
By continuing to use this site you agree to our use of cookies. [Cookies policy]